My Only Love [Drabbel]

My Only Love

Title : My Only Love

Author : Shineelover14

Main Cast :

  • Lee Donghae
  • Im Yoona

Rating : PG-13

Genre : Romance, Life

Lenght : Drabbel

Disclaimer : Okeh. Ini hasil karya ku, hasil pemikiran ku dan hasil kerja keras ku. Semua jalan cerita adalah milik ku kecuali Abang Ikan ma Kakak Rusa. Hehehe ..

A/N : Ayo, YoonHae Shipper! Mari berkumpul dan merapat. Kocok arisan dulu jenk #LoL .. (Dasar Author GeJe). Ada yang rindu dengan karya-karya ku? Hehehe .. (“Gak ada tu,” terika Readers kompah) Hah! Lupakan .. Semoga bisa mengobari kerinduan Readers semua dengan couple ini. Oke deh langsung aja. Chek this out!

Invite : 2975FF9D

***

Author P.O.V

Duduk ia seorang diri di bangku tunggu. Lama matanya menatap kearah sebuah tiket penerbangan yang ada di tangannya. Itali merupakan tujuan dari penerbangan itu. Sesekali dilihatnya orang yang berlalu lalang dihadapannya. Wajahnya tampak sendu.

Berlibur. Bukankah itu adalah saat-saat yang paling ditunggu oleh siapa pun. Tanpa terkecuali Donghae, salah satu member dari boyband yang kini namanya terus bergema di seluruh penjuru Negeri Gingseng tersebut.

Namun tidak, ia sama sekali tidak merasa senang dengan liburannya kali ini. Ditambah lagi ia dijadwalkan berlibur tanpa member yang lain.

Donghae meraih ponselnya yang bergetar di saku jaketnya, dilihatnya nama seseorang yang sedari tadi ditunggunya untuk menelpon.

Oppa,” panggil seseorang itu. Donghae membenarkan letak kaca mata hitamnya. Ia memamerkan senyum tipisnya yang khas.

“Yoong,” balasnya menyapa.

Oppa, maafkan aku karena terlambat menelpon mu. Kau tahu, susah sekali untuk mencuri waktu disela-sela pemotretan. Apa lagi manajer kami ketat sekali mengawasi,” keluh Yoona diseberang sana.

“Tidak apa-apa. Aku mengerti kesibukan mu. Aku senang dapat mendengar suara mu,” ucap Donghae.

“Benarkah? Hmm .. Aku juga sangat senang mendengar suara mu, Oppa. Aku akan merindukan mu disini. Bersenang-senanglah disana,” ucap Yoona yang diakhiri dengan nada memelan. Donghae tahu bahwa kekasihnya itu sangat merindukannya. Terlebih lagi, sudah beberapa bulan terakhir mereka tidak dapat bertemu secara pribadi.

Donghae tersenyum tipis, namun kentara sekali ada kesedihan dihati kecilnya. Ia berharap sebelum pergi, ia dapat melihat wajah kekasihnya itu. Namun sangat disayangkan karena jadwal SNSD yang sangat padat membuat hal itu sangat mustahil.

“Aku juga akan merindukan mu, Yoong. Baiklah, aku tutup dulu telponnya. Pesawatnya sebentar lagi akan lepas landas. Jaga dirimu baik-baik Yoong,” pamit Donghae.

“Baiklah oppa. Saranghae.”

Nado saeranghae.”

Telpon itu terputus. Donghae menarik nafasnya dalam sebelum akhirnya ia berdiri dan melebur dalam rombongan penumpang yang lain.

Duduk ia seorang diri disalah satu bangku penumpang. Dilepaskannya jaket serta syal yang sedari tadi menutupi sebagian wajahnya. Ia membiarkan kaca mata serta topi hitamnya yang menjadi pelengkap penyamarannya.

Donghae menarik ponsel dari saku celananya. Ia menatap layar ponselnya lekat. Disana ia melihat fotonya bersama Yoona dengan pose yang sangat menggemaskan. Tersenyum, hanya itu yang dapat ia lakukan.

Tiba-tiba ponselnya bergetar, menandakan sebuah pesan masuk. Donghae segera membuka pesan itu dan membacanya dalam hati.

“Apa oppa sudah berada di dalam pesawat?” Sekilas senyumnya terukir. Baru beberapa menit yang lalu ia melepas rindu bersama kekasih hatinya, kini gadis cantik itu telah meluapkan kerinduannya lewat pesan singkat yang dikirimkannya.

Donghae menekan tombol replay dan segera membalas pesan dari Yoona. “Ya, aku sudah berada di pesawat. Aku duduk seorang diri.”

Tersenyum ia setelah mengirim pesan singkat itu. Donghae mengalihkan pandangannya ke penumpang yang berada dua bangku dari tempatnya duduk. Dilihatnya seorang gadis kecil tengah tersenyum kearahnya. Wajah gadis itu mirip sekali dengan Yoona, membuat Donghae semakin merindukan pujaan hatinya.

Lama ia menatap keluar jendela setelah beberapa menit ia habiskan bergulat dengan pikirannya hingga akhirnya sebuah getaran menyadarkannya. Pesan dari Yoona. Cepat-cepat ia membuka pesan itu lalu membacanya.

“Selamat menikmati perjalanan yang panjang. Mau kah jika aku yang menemani oppa di sana?” Donghae tersenyum setelah membaca pesan itu dan segera di replay-nya kembali.

“Jika tidak keberatan, temani aku.” Donghae kembali tersenyum raut wajahnya berubah ceria oleh permainan kecil kekasihnya. Bercanda seperti itu, sudah cukup baginya untuk mengobati rasa rindu.

Baru saja pesan itu terkirim. Tiba-tiba seorang pramugari menghampirinya dan memintannya untuk segera mematikan ponselnya. Dengan sangat terpaksa Donghae harus menuruti perkataan pramugari itu. Namun ia tidak langsung mematikannya begitu saja. Donghae menunggu beberapa saat untuk menerima balasan dari Yoona. Pria itu memutar-mutar ponselnya di tangan tanda ia mulai tidak sabar. Akhirnya ia menyerah dan segera mematikan telpon genggamnya. Diletakkannya kembali ponsel itu kedalam saku jaket.

Ia meregangkan otot dan mengambil posisi duduk santai. Penerbangan ke Itali akan memakan waktu yang sangat lama, tentu saja Donghae berusaha membuat posisinya senyaman mungkin.

Tak lama seseorang dengan mantel bulu berwarna coklat duduk di sebelahnya. Seseorang itu mengenakan kacamata berwarna warna senada dengan mantel bulunya. Ia tampak tersenyum ke arah Donghae dan dibalas dengan hal serupa.

“Aku tidak keberatan untuk menemani oppa,” ucapnya tiba-tiba.

Donghae mengulum senyumnya. Ia tidak menyangka perjalanannya kali ini lebih menyenangkan dari yang ia bayangkan. Di tambah lagi, orang yang dicintainyalah yang kini tengah menemaninya. Yoona merengkuh tangan Donghae dan merebahkan kepalanya di pundak kokoh milik kekasihnya. Perjalanan penuh cinta siap menanti keduanya.

 

FIN

-My Only Love-

 

20 respons untuk ‘My Only Love [Drabbel]

  1. Author !!!!! Ff nya seru !!!!
    Tapi krang pengganggu hubungan mereka suya lebih rumit tapi ini seru !!

°•(>̯┌┐<)•° Don't Forget Give Me A Comment .. Pleaseee .. Gomawoo ♪( ´θ`)ノ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s